Promosi Perpustakaan

Pertanyaan: perlukah promosi oleh sebuah perpustakaan? Jawabannya adalah YA (dan saya menuliskan dalam huruf besar untuk menunjukkan betapa pentingnya hal ini). Perpustakaan, layaknya sebuah produk komersial, butuh "pelanggan" agar perpustakaan dapat terus berjalan.

Berbeda dengan produk komersial (atau usaha barang/jasa) yang menarik pelanggan untuk membeli produknya, promosi pada perpustakaan lebih bertujuan untuk mengundang orang datang ke perpustakaan.

Ada banyak alasan mengapa promosi diperlukan:
1. Rendahnya minat baca.
Tidak dapat dipungkiri bahwa minat baca, khususnya di Indonesia, sangat rendah. Salah satu tujuan berdirinya perpustakaan adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat. KArena itu, jenis promosi yang menarik akan sangat mungkin untuk menarik pengunjung baru yang tadinya tidak suka membaca, tapi akhirnya mulai tertarik untuk membaca.

2. Buta informasi
Salah satu tujuan perpustakaan adalah menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Karena itu perpustakaan harus meyakinkan orang-orang yang buta informasi agar mau datang ke perpustakaan untuk memperoleh informasi.

3. Perpustakaan tidak populer.
Rasanya sudah jelas kenapa promosi dibutuhkan dalam hal ini.

4. Gambaran negatif tentang perpustakaan
Membosankan, gak gaul, dan cupu. Mungkin itu beberapa gambaran negatif yang terpatri di otak kebanyakan orang (khususnya anak muda) mengenai perpustakaan. Karena itu promosi sangat penting untuk menunjukkan bahwa hal ini salah.

5. Layanan/program baru
Apabila ada layanan/program baru di perpustakaan, maka hal ini perlu untuk dipromosikan, sehingga pengunjung melek akan layanan/program baru tersebut.

Lalu bagaimana bentuk promosi di perpustakaan itu? Ada bermacam-macam, antara lain:
1. Publisitas
Lewat press release. Apabila ada layanan/program baru atau hal menarik apalah yang baru di perpustakaan, pihak perpustakaan bisa mengundang media agar diberitakan di majalah dan surat kabar. Selain itu misalnya kalau ada artis yang mau menikah, mungkin bisa dipersuasi agar press release-nya dilakukan di perpustakaan, bukan di cafe-cafe.
Selain itu acara seperti bedah buku, seminar, talk show, dan story telling juga bisa menjadi pilihan.

2. Iklan
Iklan dapat dilakukan lewat media massa, website, brosur, dan pamflet.

3. Lingkungan
Lingkungan tempat perpustakaan berada juga memainkan peranan penting. Lokasinya harus strategis (minimal tempat parkirnya mudah dan kalau bisa gratis. *lirik salah satu perpustakaan yang pernah kukunjungi). Lingkungannya harus bersih dan asri. Yang paling penting, harus meletakkan tanda yang besaaar bahwa gedung yang strategis, bersih, serta asri itu adalah perpustakaan.

4. Program khusus
Perpustakaan bisa menjadi host klub atau kompetisi. Misalkan klub baca anak, klub buku wanita, klub catur, atau klub menggambar (tidak harus selalu berhubungan dengan buku). Beruang tidak menyarankan klub-klub seperti, klub pemandu sorak, klub sepak bola, klub mobil F1, klub paduan suara, atau klub berburu beruang (yang terakhir ini dilarang keras!).

5. Insentif
Misalnya dengan memberi hadiah bagi peminjam buku masakan terbanyak, yang paling sering berkunjung ke perpustakaan, yang tidak pernah kena denda, atau yang paling sering belai-belai beruang penjaga perpustakaan yang paling sering membawa teman ke perpustakaan.

6. Kontak personal
Umpan balik dari pengunjung perlu diperhatikan, selain itu keramahan petugas perpustakaan juga penting untuk diperhatikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar